Resmi Digelar, Teater Sekolah se-Kota Bogor Memperebutkan Piala Bergilir Festival Drama Juang 2019

Bogor – Festival Drama Juang 2019 resmi digelar pada Sabtu – Minggu, 30 November – 1 Desember 2019 di Kemuning Gading, Kota Bogor. Perlombaan teater tingkat SMA/SMK/MA sederajat ini menjadi yang terbesar di Kota Bogor. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor ini diikuti oleh 18 sekolah.

Acara resmi dibuka dengan beragam rangkaian acara mulai dari sambutan Shahlan Rasyidi selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor (Disparbud) dan Usmar Hariman selaku Ketua Umum Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B). Keduanya bersama panitia menjalani sesi upacara adat untuk mempersembahkan Piala Bergilir Festival Drama Juang yang diperebutkan.

Sebelumnya, rangkaian acara telah dilaksanakan sejak Juli kemarin. Rangkaian acara diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari sosialisasi acara ke seluruh sekolah SMA/SMK/MA se-Kota Bogor, lokakarya penyutradaraan, latihan bareng pakar teater, kurasi video pertunjukan, hingga putaran final ini.
Festival Drama Juang tahun ini sendiri mengusung tema “(R)evolusi Kreasi”. Berangkat dari tema ini, Stella Pangestu dari Studi Teater Dipokersen selaku Ketua Pelaksana FDJ 2019 mengungkapkan harapannya akan kemajuan event teater secara luas dan peningkatan kualitas pertunjukan teater, khususnya tingkat sekolah.

Tak kalah menarik, dewan juri yang dipilih pun tidak hanya berkiblat pada satu kota saja. Juri FDJ 2019 terdiri dari Jali Sadega (Studi Teater Dipokersen, Bogor), Yustiansyah Lesmana (Teater Ghanta, Jakarta), dan Yusef Muldiyana (Laskar Panggung Bandung).

Di luar serunya rangkaian pertunjukan, di sekitar venue pun disuguhkan dengan berbagai stand bazar beragam makanan dan minuman. Stella menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin bahwa FDJ 2019 ini hanya sebagai ajang adu kreasi pertunjukan, tapi juga jadi pesta teater pelajar se-Kota Bogor.

“Kami selaku panitia sangat mengapresiasi antusiasme sekolah-sekolah yang selalu mengikuti rangkaian acara FDJ dari Juli hingga hari ini. Hal ini menunjukkan adanya aksi dan reaksi antara panitia dengan peserta yang baik. Walaupun memang sistem FDJ tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena tujuan kami untuk merapikan sistem dan sebagai bentuk pembinaan bagi para peserta sebagaimana yang diamanatkan Disparbud kepada kami,” imbuhnya.

Selepas pelaksanaan pementasan dari masing-masing sekolah yang berpartisipasi dalam Festival Drama Juang 2019 ini, panitia pelaksana juga menggelar Malam Anugerah pada Minggu(1/12) pukul 19.00 WIB. Pada gelaran tersebut, para peserta dan tamu undangan diberi suguhan berupa pertunjukan musik dan pertunjukan pantomim. Pada acara tersebut pula, diumumkanlah pemenang-pemenang dari Festival Drama Juang 2019. Adapun para pemenang tersebut antara lain:

  1. Penyaji Terbaik I : Bumi Permata Teater – SMK Permata 1 & 2
  2. Penyaji Terbaik II : Teater I’tibar – MAN 2 Bogor
  3. Penyaji Terbaik III : Madya Teater – SMA Rimba Madya
  4. Penyaji Terbaik Harapan I : Teater Kompeni – SMKN 1 Bogor
  5. Penyaji Terbaik Harapan II : Teater 4 Topeng – SMKN 4 Bogor
  6. Sutradara Terbaik : Muhammad Faisal – SMK Permata 1 & 2
  7. Aktor Terbaik : Syahrul R. – SMKN 1 Bogor
  8. Aktris Terbaik : Dinda Aisyah – MAN 2 Bogor
  9. Musik Terbaik : SMKN 4 Bogor
  10. Artistik Terbaik : SMK Permata 1 & 2

Tentang Festival Drama Juang

Festival Drama Juang merupakan acara lomba drama pelajar tingkat SMA/SMK sederajat se-Kota Bogor. Pertama kali diselenggarakan pada 2011 atas gagasan dari Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DK3B, Heri Kusmayadi (Cherry Ksn). Dengan melibatkan puluhan dan kini mencoba untuk merangkul 173 sekolah, FDJ disebut sebagai lomba teater pelajar terbesar di Kota Bogor dan bahkan satu-satunya lomba teater yang bertemakan sejarah serta nilai-nilai perjuangan setiap tahunnya.
Setelah sempat dieksekusi oleh kawan-kawan teater kampus yang tergabung dalam Keluarga Teater Kampus Bogor (KTKB) selama bertahun-tahun ke belakang, kini kepanitiaan diberikan Disparbud kepada Yayasan Kesenian Dipokersen sebagai badan atau komunitas yang lebih independen, kompeten, serta netral. Atas dasar pengembangan visi, ada beberapa perubahan skema lomba sehingga lahirlah tema besar kegiatan “(R)evolusi Kreasi” pada FDJ 2019.

Peserta (guru dan siswa) nantinya akan mengikuti rangkaian kegiatan yaitu, kurasi via video, lokakarya keaktoran, penyutradaraan, hingga putaran final FDJ 2019 pada 30 November dan 1 Desember 2019 di Gedung Kesenian Kamuning Gading Kota Bogor. Para kelompok teater di putaran final akan memperebutkan gelar penghargaan Penyaji Terbaik I, II, III, Harapan I, II, kategori Sutradara, Pemeran Pria dan Wanita Terbaik, Penata Artistik Terbaik, serta Penata Musik Terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *