Aktor Perlu Diisolasi

Aktor Perlu Diisolasi
Isolasi Diri, Cara Memerangi COVID-19 (Foto: Google)

Pada awal tahun 2020, planet bumi dilanda berbagai bencana baik lokal maupun global. Banjir Jakarta mengawali bencana yang melanda Indonesia, dilanjutkan dengan bencana COVID-19 yang melanda dunia dan dipercaya berasal dari Cina. Kabarnya, virus ini menyebar sekitar bulan Desember 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina bagian timur. Sampai tulisan ini di tulis, virus ini telah mengendap dalam tubuh sekitar 1.000 orang masyarakat Indonesia. Banyak sekali masyarakat yang dicurigai mengidap COVID-19 dan diwajibkan untuk mengkarantina diri atau mengisolasi dirinya. Ada yang bisa isolasi secara umum atau di rumah sendiri, ada pula yang khusus ditempatkan di ruang-ruang isolasi yang telah disiapkan oleh pemerintah.

Isolasi diri memiliki pengertian usaha untuk memencilkan manusia dari manusia lain atau pengasingan. Metode isolasi ini pun banyak digunakan dalam ranah kesenian dan kebudayaan di Indonesia. Sebagai contohnya adalah dalam pertunjukan sintren. Penari sintren yang notabene adalah gadis-gadis belia yang belum menikah atau belum melakukan hubungan badan dengan lawan jenisnya (suci) harus berpuasa terlebih dahulu sebelum mementaskan pertunjukan sintren, dimaksudkan agar tubuh penari yang bersih dan suci ini dapat dirasuki Putri Rantamsari, yang dilegendakan sebagai awal mula yang menarikan sintren.

Aktor Perlu Diisolasi
Tapa, Meditasi ala budaya Sunda (Foto: Google)

Ada pula yang disebut sebagai Manekung/Tapa dalam budaya Sunda sebagai bentuk meditasi seseorang dalam pendalam dirinya untuk menyentuh bagian-bagian terdalam di dalam wilayah kebatinannya. Di suku Baduy di Banten, saat Seren Taun atau pesta panen padi tiba, beberapa puun/sepuh atau yang dituakan di Baduy akan memasuki Leuit (lumbung padi) untuk mengisolasi dirinya selama beberapa hari, memanjatkan doa dan juga menkonsentrasikan pikirannya demi mencapai ketenangan batin dan bisa berinteraksi dengan leluhur-leluhurnya. Dalam kepercayaan Islam ada istilah Itikaf yang berarti mengurung diri. Dulu, Nabi Muhammad SAW sering melaksanakan Itikaf pada 10 hari sebelum Idul Fitri, berdiam diri di dalam Masjid, memperbanyak amalan, doa, salat dan membaca ayat suci Al-Qur’an.

Dalam konteks seni peran, Aktor harus pula melewati masa Isolasi diri dan tentu saja melakukan Social distancing dan Physical distancing. Isolasi yang dilakukan aktor adalah demi terwujudnya permainan peran yang berasal dari batin yang kuat, lebih tepatnya isolasi yang dilakukan aktor adalah proses pengendapan aktor dengan tokoh yang akan diperankannya, hanya aktor dan tokohnya.

Aktor Perlu Diisolasi
Heath Ledger Lakukan Isolasi Demi Peran (Foto: Google)

Heath Ledger, pemeran Joker dalam Film Batman: The Dark Knight merelakan dirinya selama enam bulan mengisolasi diri di apartemennya. Ledger mengisolasi diri demi pencapaian dirinya memerankan tokoh Joker, tokoh yang memang memiliki karakter yang kuat, dan tentu saja setiap aktor yang memerankannya harus memiliki kemampuan yang mumpuni untuk memerankannya.

Aktor harus melatih dua sisi tubuh dalam dirinya ketika akan memerankan tokoh yaitu sisi dalam (Psikologi) dan sisi luar (Fisik) yang harus aktor terus latih. Metode isolasi adalah metode pencapaian diri bagian dalam menuju tubuh baru yaitu tokoh yang akan dimainkan, bagaimana tubuh aktor harus mampu nyurup(merasuk) pada tubuh tokoh yang akan diperankan, dengan mengunci diri dari hiruk pikuk dunia luar, aktor akan menemukan diri barunya itu dalam keheningan isolasi, sehingga totalitas pemeranan akan muncul saat pertujukan berlangsung. Memang tidak ada trik khusus atau langkah-langkah dalam metode isolasi aktor, namun yang paling penting pada tahapan isolasi ini, tubuh harus dibiarkan mengendap pada tubuh baru yang akan diperankan.

Aktor Perlu Diisolasi
Seorang Aktor Perlu Isolasi (Foto: Google)

Satu hal lagi yang paling penting dalam proses isolasi ini adalah proses pengembalian diri pada keadaan semula, agar keadaan isolasi diri seorang aktor tak melulu mengikuti tubuh aslinya. Tubuh imajiner dibentuk untuk pertunjukan dan dileburkan kembali setelah pertunjukan, tidak seterusnya melekat pada tubuh aktor. Maka saat melaksanakan isolasi, aktor harus tetap mempersiapkan kesadaran pada tubuh nyatanya. Ini dimaksudkan agar tubuh dan pikiran aktor bisa kembali terjaga setelah mempertunjukkan tokoh imajinatifnya.

Proses isolasi diri mengarahkan tubuh dan pikiran untuk sejenak beristrahat dan mempersiapkan sesuatu yang baru, menjaga tubuh dari kemungkinan-kemungkinan lain yang terjadi di luar sana. Ini pula yang mungkin seharusnya menjadi penyadaran kita sebagai manusia dalam mengahadapi pandemi COVID-19. Isolasi diri sendiri adalah salah satu jalan untuk kita mempertahankan hidup dari serangan virus ini. Yang kita lakukan adalah pengendapan pikiran yang berkorelasi dengan penyadaran tentang tubuh yang sebenarnya fana, dan inilah yang mesti terus kita latih di saat-saat isolasi seperti ini.

Penulis:

Achmad Dayari

Komite Teater Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor

Satu tanggapan untuk “Aktor Perlu Diisolasi

  • 30 Maret 2020 pada 6:26 pm
    Permalink

    Keren! Sangat menginsipirasi dan mengedukasi. Semangat fokusteaterbogor!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *