Sudah Siap Jadi Aktor?

Dulur Teater Bogor pernah menjadi aktor atau pelaku pada sebuah pementasan teater? Mayoritasnya, aktor adalah profesi yang dicita-citakan para pelaku teater pada awal peminatannya.

Seiring berjalannya waktu, telah disadari bahwa aktor bukan sekadar berakting dengan menghafalkan dialog serta mengucapkannya di atas panggung.

Kali ini Fokus Teater Bogor coba mengurai seputar pengertian dasar aktor. Mungkin bagi yang sudah merasa advance di bidang ini dan ingin melupakan basic pemeran, bisa kok di-skip.

#nooffense 🙂

Pengertian Aktor

Sudah Siap Jadi Aktor?
Aktor berperan sebagai sebuah tokoh dalam situasi tertentu di atas panggung (foto: Google)

Kebanyakan orang yang baru mengenal teater, ketika ditanya kenapa dirinya ingin menjadi aktor, biasanya akan menjawab bahwa dengan berada di panggung teater, mereka memiliki tempat untuk memperlihatkan atau memamerkan dirinya.

Tidak salah, karena menjadi seorang aktor memang salah satu media untuk mengekspresikan diri. Tidak sedikit pula yang berpikir bahwa teater dapat membantu memecahkan masalah mereka, menambah pengalaman baru, dan masih banyak lagi alasan yang lainnya. Tetapi apa sebenarnya aktor itu?

Menurut KBBI, aktor adalah orang yang berperan sebagai pelaku dalam pementasan cerita, drama, dan sebagainya di panggung, radio, televisi, atau film; atau orang yang berperan dalam suatu kejadian penting. Dari sini bisa disimpulkan bahwa aktor merupakan orang yang memerankan sebuah lakon dalam sebuah cerita atau kejadian.

Sudah Siap Jadi Aktor?
Aktor memerankan tokoh dalam sebuah drama (foto: Google)

Setiap aktor memiliki karakter masing-masing, baik gaya bergerak, maupun gaya berbicaranya. Masing-masing aktor juga mempunyai caranya sendiri untuk menafsirkan karakter tokoh dan menghidupkannya. Tetapi menurut RH Prasmadji, B.A. (2008), ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang aktor atau pelaku, yakni :

  1. Aktor harus mempunyai kepekaan untuk lekas merasakan sesuatu (sensitivitas) perasaan yang terkandung dalam dialog antar peran dalam suatu naskah drama. Apa yang dirasakan oleh aktor harus dapat mempengaruhi nada suara yang diucapkannya.
  2. Aktor harus mempunyai daya lukisan dalam angan-angannya, jadi harus mempunyai imajinasi atau suatu rekaan, suatu daya mereka-reka, daya mengotak-atik mengenai situasi yang sedang dihadapi oleh peran dalam naskah drama. Situasi yang digambarkan dalam naskah drama yang digambarkan oleh aktor harus dijadikan landasan untuk bergaya dalam berbicara dan berbuat (akting).

Permainan Seorang Aktor

Seorang aktor harus menggambarkan orang lain hanya dengan menggunakan alat atau bahan yang ada pada dirinya. Tiga bahan bagi aktor untuk menggambarkan apa yang telah ditentukan oleh penulis lewat tubuh dan wataknya, antara lain:

  • Mimik: pernyataan atau perubahan bentuk wajah, yaitu pada mata, mulut, bibir, hidung, dan kening
  • Plastik: cara bersikap dan gerakan anggota-anggota badan (gesture)
  • Diksi: cara penggunaan suara/ucapan
Sudah Siap Jadi Aktor?
Seorang aktot harus bisa memerankan tokoh dengan alat yang ada (foto: Google)

Seorang aktor baru dikatakan berakting apabila ada penonton, sehingga aktor seolah-olah ditugaskan penonton untuk berbuat atas namanya. Dalam menemukan seni berperan, seorang aktor pada umumnya akan menghadapi dua masalah utama yang harus dipecahkan, yaitu tujuan akting dan metode akting. Dalam buku Dramaturgi (1993: 48) disebutkan bahwa ada dua teori tentang tujuan akting, yaitu:

  1. Teori Ilusi/Khayalan: Tujuan utama akting adalah menciptakan ilusi atau khayalan
  2. Teori Interpretasi/penafsiran: Tujuan aktor berakting adalah menafsirkan perwatakan serta memberikan interpretasi.

Sedangkan untuk metode akting, ada dua aliran, yaitu:

  1. Aliran Emosional : Aliran ini mendasarkan metode aktingnya atas emosi
  2. Aliran Intelektual : Aliran ini berpendapat bahwa akting harus didasarkan atau dikonstruksikan atas suatu kecerdasan karena emosi dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa dipercaya.

Jenis-jenis Aktor

Karena setiap aktor pada dasarnya merupakan individu yang berbeda-beda, maka hasil yang ditampilkan pun akan berbeda-beda pula. Berdasarkan cara aktor memainkan perannya, ada tiga jenis aktor, yaitu:

  1. Aktor Emosional : yang cepat berimajinasi dan cepat merasakan sesuatu
  2. Aktor Teknik : yang patuh pada cara-cara berperan
  3. Aktor Ideal : yang mempunyai kecakapan untuk menyatukan kemampuan emosional dan teknik
Sudah Siap Jadi Aktor?
Ada bermacam-macam jenis aktor (foto: Google)

Sedangkan berdasarkan gaya geraknya, aktor juga dibagi menjadi tiga jenis, antara lain:

  1. Aktor Emosional: yang apabila bergerak terlalu emosional sehingga kurang memperhatikan cara bermain (teknik berperan) sehingga terkesan berlebihan (overact).
  2. Aktor Teknik: yang bergerak kurang disertai dengan emosi sehingga gayanya bisa disebut bergaya mati (underact).
  3. Aktor Pola: yang bergaya menurut naskah drama. Gaya pola sendiri merupakan suatu gerak di atas panggung yang sesuai dengan gaya gerak dalam kehidupan sehari-hari dengan kerja panggung (stage bussiness) yang sesuai dengan isi naskah drama.

Baca Juga: Teknik Dasar Keaktoran ala Rendra

Bagaimana Jadi Aktor Yang Baik?

Pada dasarnya, seorang aktor yang baik adalah yang bisa memerankan sebuah tokoh dengan natural dan wajar di atas panggung. Selain itu juga bisa menarik mata penonton untuk terus menyaksikan cerita yang sedang disuguhkan di atas panggung.

Seorang aktor dalam pemeranannya harus bisa menyeimbangkan antara teknik dan emosi yang dimilikinya agar bisa menampilkan sebuah tokoh dengan baik. Salah satu cara yang selalu kita dengar hingga seakan-akan menjadi sebuah mitos adalah terus melakukan latihan diri.

Sudah Siap Jadi Aktor?
Latihan adalah kunci menjadi aktor yang baik (foto: Google)

Dalam buku Teknik Menyutradarai Drama Konvensional (2008: 24) dijelaskan bahwa ada beberapa latihan untuk para aktor sebagai berikut:

  1. Latihan Deklamasi Drama : Membaca sajak dan prosa tanpa gerak tangan dan lain-lain, kecuali gerak wajah/mimik. Khusus untuk latihan nada suara, bisa dengan melakukan perubahan berbagai perasaan dalam berbagai keadaan.
  2. Latihan Pantomime Drama : Khusus untuk pengulangan gerak kerja/gerak karya panggung (stage bussiness), bukan pantomime gerak bercerita.
  3. Latihan Senam Drama : Khusus untuk latihan pengaturan napas, emosi perasaan, dan lain-lain.
  4. Latihan Gerak Panggung : Latihan komposisi di atas panggung
  5. Latihan Gerak Kerja Panggung : Hampir sama dengan latihan Pantomime Drama, tetapi memakai alat dan jika perlu dengan kata-kata.
Sudah Siap Jadi Aktor?
Sudah siap jadi aktor? (Foto: Google)

Demikian penjelasan tentang aktor dalam dunia teater. Penjelasan ini mungkin sedikitnya dapat menjadi gambaran tentang apa aktor itu dan apa yang menjadi modal seorang aktor.

Semoga penjelasan sederhana ini bisa memantik Dulur Teater Bogor untuk teguh mencoba menjadi aktor, ya.

Berteater, dalam hal ini menjadi seorang aktor memang tidaklah semudah kelihatannya. Banyak proses dan rintangan yang harus dijalani, serta latihan yang juga harus terus dilakukan.

Jadi, Lur, pertanyaan besarnya sekarang adalah; “Sudah siap jadi aktor?”

Daftar Pustaka:
Harymawan, RMA. 1993. Dramaturgi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Prasmadji, RH. 2008. Teknik Menyutradarai Drama Konvensional. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *